Senin, 23 Juli 2012
On 03.53 by rhaezuandhau ArAEZ in Kesehatan No comments
Anak yang mengalami gangguan penglihatan tidak merasakan kelainannya.
Padahal rata-rata hampir satu dari lima anak mengalami gangguan penglihatan
yang tidak terdeteksi pada saat usia empat tahun.
Dua mata yang sehat adalah sangat penting bagi anak anda karena
cacat penglihatan mengakibatkan gangguan penglihatan yang menyebabkan prestasi
belajar anak menurun, meningkatkan bahaya terjadinya kecelakaan lalu-lintas dan
terbatasnya pilihan karir mereka.
"Karena itu, kalau ingin tahu anak kita mempunyai masalah
kesehatan, satu-satunya hanya dengan screening," kata Dokter Spesialis
Mata Asri Medical Center (AMC), dr Nurfifi Arliani, SpM.
Namun, untuk pemerikaan mata pada anak lebih sulit daripada
dewasa, apalagi pada anak yang masih berusia di bawah satu tahun. Karena sulit
untuk memeriksa mata anak, kemudian orang menciptakan suatu alat screening mata
yang nyaman bagi yang memeriksa mata maupun pasien yang disebut plusoptix A09.
Alat ini di Indonesia baru ada di empat tempat, yakni satu di Jakarta, dua di
Surabaya dan satu di Yogyakarta yakni di AMC.
Di AMC sendiri alat ini masih tergolong baru, masuk pada akhir
Desember 2011. Alat ini memang didesain khusus untuk bayi dan anak-anak. Bila
masih bayi, pada saat pemeriksaan bisa dipangku oleh orang tuanya. Jarak antara
pemeriksa dan pasien yang diperiksa satu meter; pemeriksaannya dengan infra
merah. Alat ini cukup unik, ada suara untuk menarik pasien dan ada
dokumentasinya.
Kegunaan dari alat ini adalah untuk mendeteksi
kelainan-kelainan penglihatan sedini mungkin. Bila kelainan-kelainan
penglihatan tidak dideteksi dan diterapi pada tahun-tahun pertama kehidupan,
maka dapat menyebabkan anak tidak akan pernah memperoleh penglihatan penuh. Hal
ini yang disebut dengan mata malas (lazy eyes) atau amblyopia.
"Bahkan kalau ketidakseimbangan mata kanan dan kiri makin
tinggi akan terjadi straasbismus (mata julimg)," jelas Nurfifi.
Namun, kata Nurfifi, kalau mata malas sudah diketahui sejak dini, maka bisa
dilakukan terapi, baik dengan alat bantu maupun tetes mata, tergantung hasil assesment.
Karena itu pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan sedini mungkin,
yakni sebelum ulang tahun pertamanya (sejak usia enam bulan). Setelah itu,
harus diulang secara berkala, karena mata berubah sesuai dengan perkembangan.
Dan gangguan penglihatan dapat timbul kapan saja pada masa pertumbuhan
tersebut. "Makin dini kelainan penglihatan terdeteksi dan diterapi, makin
baik dan tepat terapi yang bisa diberikan,"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
Recent Posts
Categories
- Info Anak (3)
- Kesehatan (10)
- Percintaan (1)
Sample Text
Blog Archive
-
▼
2012
(14)
-
▼
Juli
(14)
- 4 Makanan Terbaik untuk Otak
- Manfaat Suara Ibu untuk Pertumbuhan Otak Bayi
- Ingin Punya Anak Pintar? Simak Rahasianya
- Deteksi Kelainan Mata Anak Sejak Bayi
- Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat
- Seks Bikin Otak Awet Muda
- Inilah Makanan yang Bantu Pikiran Tetap Fokus
- Ini Ancaman Penyakit Dibalik Diet Protein Tinggi
- Ingin Tubuh Ideal Pasca Melahirkan
- Hati-Hati! Salah Diet Bikin Susah Hamil
- Mengurangi Konsumsi Nasi Putih itu Sehat
- Telur Ternyata Lebih Sehat
- Enam Penyebab Anda Sulit Tidur di Malam Hari
- Tanda-Tanda Belum Siap Menikah
-
▼
Juli
(14)
Categories
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar